jiwaku

jiwa yang semula gusar bagai angin badai.. kini teduh dan tenang..
seolah olah ada keajaiban yang menghentikan badai yang tengah menghujam jiwa kecilku ini..
aku bagai pemuja dewa, bersimpuh bersama tembok bisu saat gelap malam membiarkanku terjaga seorang diri..
kini aku sendiri bersama dingin malam, sunyinya alam dan membiarkan jiwaku mencri tau akan arti keberadaanmu yang membuatku merasa lebih berarti saat mengenalmu..
dan kukabarkan di sini saat kuceritakan tentangmu pada bintang bintang temanku saatku terjaga seorang diri, mereka berkata padku untuk menjaga dirimu beserta senyummu.